Domo World.


Annyeonghaseyo


Rana & Safira @ Seoul , South Korea
This is domokun world. The brown blog.

Tagboard

PUT YOUR CBOX CODE HERE

Flashback


Archive

Credits

© 2014 - Full Template by Rana Zk & Safira Nuril Izzah
Basecode from Arrien Amani
Cute icon from Pixel
MELALUI BATIK BUKTIKAN KREASI MU
Rabu, 21 Mei 2014 | 0 Comments
BAGI KALIAN YANG MEMPUNYAI HOBY JEPRAT-JEPRET DAN BERUSIA 14 HINGGA 23 TAHUN/ KALIAN GABUNG SAJA DENGAN KITA-KITA/ KARENA NEBULA FM NGADAIN ACARA ADU KREASI BATIK INDONESIA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BATIK NASIONAL DENGAN TEMA /// MELAUI BATIK BUKTIKAN KREASI MU /// //
ADA TIGA KATEGORI YANG DILOMBAKAN/ BAGI KALIAN BERUSIA 14-17 TAHUN/ KALIAN BISA MEMBUAT DESIGN BATIK GARUTAN//
TERUS KALIAN YANG BERUSIA 18-23/ KALIAN DITANTANG MEMBUKTIKAN KREASI JEPRATAN DENGAN MIX BATIK GARUT DAN BATIK YOGYAKARTA//
DAN BAGI KALIAN YANG MERASA IMUT DAN BERUSIA 14-20 TAHUN KAMU BISA IKUTAN FOTO JENIK BATIK GARUTAN//
NAH LHO JANGAN SAMPAI KETINGGALAN SEBELUM KESEMPATAN EMAS INI DITUTUP 1 OKTOBER 2014/ DAN REBUT HADIAHNYA PULUHAN JUTA RUPIAH//

INGAT/ KREASI JEPRAT-JEPRET BATIK GARUTAN KALIAN BISA MELESTARIKAN BUDAYA NENEK MOYANG KITA/ DITUNGGU YA//

PT. Nebula Enterprise
Company Profile
Nama perusahaan PT Nebula Interprice FM, untuk nama udara Nebula FM dengan frekwensi 108.4 dan call sign FM 3 FMI. Kami merupakan sebuah perusahaan radio yang bergerak dibidang penyiaran berita serta pembentukan opini melalui pendapat para pendengar yang kami himpun melalui pesawat telepon untuk mensikapi peristiwa ataupun perkembangan informasi actual lainnya.
Kami memiliki logo perusahaan radio yang cukup simple namun memiliki arti sesuai denga misi dan visi kami yaitu “ News And Your Opinion “ ( Berita dan Pendapat Anda) penegasan visi misi kami tertera diatas nama radio (Nebula)
Nebula merupakan awan antarbintang debu, hidrogen, helium, dan gas-gas terionisasi lainnya. Awalnya, nebula adalah nama untuk semua obyek astronomi yang menyebar, termasuk galaksi di luar Bima Sakti, ini merupakan gambaran produk siaran kami yang diharapkan bisa menyebar dan didengarkan oleh masyarakat pendengar secara local namun bisa dengan daya jangkauan yang maksimal.
Terdapat bintang yang mana bintang selalu diartikan sebagai yang terbaik, tetapi kami mengartika lebih ke karakter bintang yang kelap kelip diangkasa walaupun sinarnya tak menjadi sumber penerangan bagi bumi, namun bintang selalu menjadi perhatian banyak orang.
Didalam bintag terdapat microphone, secara umum microphone merupakan alat yang biasa dipergunakan di studio terutama radio bukan hal yang aneh jika microphone juga merupakan bagian dari logo kami untuk lebih menegaskan bahwa kami adalah perusahaan radio.
Berikutnya terdapat garis melengkung yang melingkar setengah putaran pada bintang, yang artinya adalah gelombang radio yang dipancarkan melalui stasion radio kami.

Terakhir terdapat warna-warna seperti warna hitam pada tulisan Nebula FM hanya menggambarkan bahwa kami tegas dan konsisten, warna merah merupakan bentuk keberanian kami dalam menyiarkan pemberitaan dan warna coklat serta warna biru hanya bentuk vareasi agar logo kami lebih hidup.

Enas Mabarti (Alm) Tokoh Nu Cikal Bakal UNIGA.
Mungkin bagi generasi muda ditahun 2012-2014, mungkin saja kurang begitu mengenal Drs.H.Enas Mabarti (alm) yang wafat pada usia 72 tahun pada hari Minggu 13 April 2014 lalu. Enas Mabarti adalah Ketua PCNU Kabupaten Garut pada periode 1987-1999, Ketua DPC PKB periode 1999-2004 serta Juga terkenal sebagai penulis, pelestari lingkungan, pendidik, dan politikus. 

Enas Mabarti juga terkenal dengan tulisan dalam bahasa sunda dengan karya yang telah diterbitkan seperti buku “Gunem Rencep Sidem” (Percakapan Sunyi Sepi). Terbit tahun 2004. Buku tersebut mencritakan tentang kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah Saw.

Nampaknya, Enas ingin melanjutkan tradisi puisi “mahabbah” model Syekh Barjanzi dan Bushiri (penulis “Burdah”). Buku tersebut diberi prolog oleh Hawe Setiawan, dan epilog dari saya. Novelnya berdjudul “Srie Sunarsasi” ditulis tahun 1974, dimuat bersambung di majalah Sunda “Mangle”. Diterbitkan tahun 2013. Mengisahkan percintaan terpendam dua aktivis mahasiswa Islam. Penuh renungan batin, suka duka, dan harapan, di tengah suasana panas menjelang peristiwa “G-30-S/PKI, tahun 1965, di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Enas yang “nyantri” di Krapyak selama kuliah di UII, mengungkap peran santri dan kiai dalam menghadapi intrik-intrik PKI.Termasuk peran spektatuler KH Warson Munawir (waktu itu Ketua GP Ansor Yogya) menyatukan kekuatan mahasiswa Islam dan “menyelamatkan” HMI dari pengganyangan CGMI (organ mahasiswa PKI).

Novel ini kaya unsur sejarah Indonesia kontemporer. Sebuah hal langka dalam dunia sastra Sunda. Karya lain, buku “Elmu Politik keur Warga NU” (Pendidikan Politik Bagi Warga NU), terbit tahun 2003. Berisi pemikiran Enas selama dipercaya menjadi Ketua PCNU Kabupaten Garut. Saya sendiri mendapat kehormatan memberi kata pengantar buku tersebut.

Sebagai pendidik, Enas pernah menjadi guru pada Sekolah Pendidikan Guru (SPG) “Ar Rahim” Garut, yang berada di bawah naungan LP Ma’arif (1976-1987). Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesejaahteraan Sosial (STKS), kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP). Bersama Prof.Cecep Syarifuddin (Alm), STISIP menjadi cikal bakal Universitas Garut (UNIGA) sekarang.

Sebagai politikus, tahun 1977-1982, menjadi anggota DPRD Kabupaten Garut dari PPP (unsur NU). Setelah amal istirahat dari politik, Enas fokus mengurus NU. Namun, seiring reformasi yang diikuti kelahiran partai-partai baru, sebagai Ketua PCNU, Enas otomatis menjadi Ketua DPC PKB Garut. Kedudukannya itu,membawa Enas kembali ke DPRD Garut hasil Pemilu 1999. Waktu itu PKB mendapat lima kursi di situ. Hingga tahun 2004, kembali “pensiun” dari dunia politik, dan bersiap-siap menekuni kembali dunia tulis-menulis.

Sebagai pelestari lingkungan, Enas banyak membagikan bibit pohon kayu gratis kepada warga NU di desa-desa. Bahkan, puluhan jenis kayu hutan yang langka, sebagian dikirimkan kepada budayawan terkenal Ajip Rosidi yang bermukim di Pabelan, Magelang. Halaman rumah Ajip Rosidi yang luas,rimbun hijau berkat pohon kayu kiriman Enas.




Dibalik Skandal Nikah Kilat, Aceng Fikri Kini Melenggang Ke Senayan Sebagai Anggota DPD RI.
Selasa, 29 April 2014 | 0 Comments

Nama Aceng Fikri seakan tak habis-habisnya menjadi pembicaraa sejumlah tokoh lokal maupun nasioal, betapa tidak mantan bupati Garut masa jabatan 13 Juni 2009 hingga 25 Februari 2013 tersebut harus menelan pil pahit dan lengser menjadi bupati Garut sebelum waktunya akibat skandal nikah kilat dengan seorang ABG (anak baru gede-red) asal Kecamatan Limbanga-Garut.

Aceng Fikri yang lahir 6 September 1972 tersebut beristrika Hj Nurrohimah dan tiga orang anak masing-masing Moch Rival Samudra, Riza Aprilia Fauziah A, Riza Filard Nusantara, bertempat tinggal Kampung Copong, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.



 Aceng Fikri menjadi populer di media pada akhir 2012 karena kasus kawin siri singkat selama empat hari yang membuatnya harus menghadapi banyak hujatan massa. Akibat kasus ini, Aceng Fikri menjadi pejabat terpilih langsung pertama yang dimakzulkan secara paksa pada tanggal 1 Februari 2013.


Sebelumnya, dia (Aceng Fikri) terpilih menjadi Bupati Garut setelah memenangi Pilkada Garut 2008 dalam dua putaran sebagai calon independen bersama Diky Candra, mengungguli kandidat dari PDIP-Partai Golkar dengan mengumpulkan 57 persen suara.

Pada September 2011, Wakilnya Diky Candra menyatakan telah menyampaikan pengunduran diri karena ketidakharmonisan hubungan dengannya. Sebelum Pilkada, Diky dan Aceng berjanji untuk tidak membawa politik dalam jabatan pemerintahan mereka, dan Diky menilai Aceng Fikri telah mengkhianatinya dengan masuk ke Partai Golkar dan menjabat sebagai wakil ketua DPD Jabar dari partai tersebut.

Terkait kontroversi sang bupati pada Desember 2012, partai Golkar menyatakan bahwa Aceng sudah dipecat dari kepengurusan Golkar, walaupun informasi ini masih simpang siur. Menurut Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat, Irianto MS. Syarifudin, Aceng dipecat sejak kasus pemukulan terhadap ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Banjarwangi, Garut pada saat Musdalub di Garut, 24 Februari 2012, lalu. oleh sebab itu Aceng yang dipercaya mengawal Musdalub Golkar Garut akhirnya dipecat DPD Golkar Jabar.

Pada tanggal 25 Februari 2013 Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan surat pemakzulan dari Kementerian Dalam Negeri kepada Aceng Fikri dan senjak saat itu dia resmi tidak menjadi Bupati Garut dan tugasnya di ambil alih oleh Wakilnya yaitu H. Agus Hamdani G.S., S.Pd.I.

Selama menjabat bupati Garut, Aceng Fikri mengalami peristiwa yag cukup menggegerkan pemberitaan selain kasus nikah kilatnya bersama Fani Octora, pada 11 Juni 2011, seorang perempuan bernama Puti Harissa Pratidhina, terlibat kecelakaan tabrakan beruntun melibatkan tiga kendaraan roda empat. Kecelakaan tersebut diduga karena Puti sedang mabuk. Yang menarik adalah kendaraan yang dikemudikan oleh Puti adalah mobil dinas milik Bupati Garut. Namun berdasarkan catatan hingga saat ini tidak diketahui secara pasti apa hubunga Aceng dega Puti.

Terlepas dari sekelumit kasus yang dialami Aceng Fikri, kini media juga digegerkan dengan muculnya Aceng Fikri sebagai calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Barat, semula semua orang merasa ragu dan mencibir atas kenekatan Aceng, berbagai komentarpun meluncur kembali menghujat Aceng. " Mimpi kali yee.... siapa yang mau pilih lo ", demikian kira-kira komentar yang muncul dari berbagai tokoh lokal dan nasional atas pencalonan Aceng.

Tetepi nasib berkata lani entah keajaiba atau memang fakto keberuntungan bagi Aceng yang sempat populer dan menempati peringkat pertama secara nasional selama sekitar 1 bulan mengalahkan Jokowi Dodod Gubernur DKI Jakarta.

Aceng masuk dalam empat besar calon anggota DPD RI, dan menempati posisi 3 dalam perolehan suara setelah Oni SOS sang pelawak yang mirip alm Kang Ibing, Aceng Fikri memperoleh 1.139.556 suara, dengan raihan suara sebanyak itu Aceng dipastikan melenggang ke Senayan.

Dari catatan tadi kita berpikir dan membandingkan, sejauh ini tokoh-tokoh nasional yang begitu gencar menghujan Aceng Fikri, dalam perjuangan Politik di tahun 2014 harus tumbang dan raihan suara yag diperoleh jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan Aceng, para tokoh yang dimaksud seperti Politisi partai Golkar Nurul Arifin, politisi Partai Demokrat Sutan Batoeganang, serta sejumlah tokoh lainnya.

Modal Aceng Fikri utuk bisa duduk menjadi anggota DPD RI memang tidak sedikit, Aceng mengeluarka daa pribadi da bantuan dari rekan-rekannya mencapai angka yang cukup lumayan Rp. 285 juta rupiah, Aceng yang rajin mendatangi masyarakat terutama kaum ibu mengaku setiap kali bertemu kaum ibu, Aceng selalu menyampaikan permohonan maaf. " yang paling dulu saya sampaikan kepada masyarakat adalah permohoanan maaf ", ucap Aceng pendek.

Demikian tulisan ini saya buat sebagai salah satu tugas kampus saya juga berharap mengambil hikmah dari cerita ini dimana orang yang selama ini dihujat, dicaci dan dimaki walaupun sudah menyatakan kesalahannya dan meminta maaf, allah mengabulkan keinginan orang seperti ini.......(#)

Aliran Sesat DI Fillah dan Negara Islman di Garut.
Sensen Komara
Beberapa tahun lalu mungkin kita mengenal Kelompok Darul Islam Fillah di Kabupaten Garut, divonis sesat oleh masyarakat, karena memenuhi 10 kriteria aliran sesat yang ditetapkan Majelis Ulama Indonesia, salah satu kesesatannya adalah mengganti kalimat syahadat palsu, dengan mengganti kalimat “Muhammadar-Rasulullah” menjadi “Sensen Komara Rasulullah,” karena mereka mengimani Drs Sensen Komara bin Bakar Misbah, sebagai pemimpin aliran sesat tersebut sebagai nabi dan rasul Allah.

Kontan saja umat Islam mengultimatum tujuh hari kepada para pengikut Darul Islam Fillah untuk bertobat, jika tidak maka akan ditempuh jalur hukum, karena secara yuridis formal berdasarkan ketentuan hukum  melanggar Perpres No.1/1965 jo psl. 156.a KUHP tentang penyalahgunaan dan atau penodaan terhadap agama dan perbuatan makar.

Menurut ketua Lembaga Pengkajian, Penegakan dan Penerapan Syariat Islam (LP3SI) kabupaten Garut, Jusef Djuanda SH, bahwa LP3SI telah menggelar Musyawarah dengan unsur Muspida dan para ulama dan hasilnya telah disosialisasikan pada Majelis Taklim Al Hasan di kampung Babakan Cipari desa Sukalaksana kecamatan Pangatikan, yang merupakan basis Darul Islam Fillah.

Kelompok  DI Filah dalam ajarannya selain mengganti kalimah syahadat juga mengajak "mubahalah" (sumpah serapah) dengan materi ungkapan yang tidak Islami,dan tidak ada hubungannya dengan Darul Islam yang didirikan oleh Kartosuwiryo

Sebelumnya, dua pentolan Darul Islam Fillah, yaitu Endi Rustandi sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dan Deden Rahayu (Mensekneg) telah divonis Pengadilan Negeri Garut masing-masing 3,5 tahun penjara.

Di kecamatan Pakenjeng, sebayak tiga pentolannya masing-masing Wawan Setiawan, Abdul Rosyid serta Wowo Wahyudin dinyatakan bersalah dan telah divonis Pengadilan Negeri masing-masing dengan hukuman 3,5 tahun penjara atas tuduha penistaa agama dan makar.

Dari tulisan pendek tadi terlepas bahwa DI Filah merupakan ajaran sesat dan menyesatkan serta adanya makar, tetapi harus di catata bahwa di Kabupaten Garut sempat berdiri sebuah negara Islam dengan presiden Sensen Komara dengan sebuah istana negara yang berada di Kecamatan Sukawening.

Gunung Papandayan Garut.
 Gunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.

Di gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk, kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.

Sementara topografi gunug Papandayan, beada dikawasan curam, berbukit dan bergunung serta terdapat tebing yang terjal, yang menurut kalisifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 – 80 % dan temperatur 10 º C.

Gunung Papandayan juga kaya akan keaneragaman Hayati, potensi flora di dalam kawasan gunung diantaranya Pohon Suagi (Vaccinium valium), Edelweis (Anaphalis javanica), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocarpus imbricatus ), dan Manglid (Magnolia sp ). Sedangkan potensi fauna kawasan diantaranya Babi Hutan ( Sus vitatus ), Trenggiling (Manis javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus ) serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla ), dan Kutilang (Pycononotus aurigaste).

Walaupun terkesan serem namun gunung Papandayan juga memilii potensi wisata, daya tarik wisata yang sering dikunjungi wisatawan diantaranya: Kawah Papandayan Merupakan komplek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 Ha. Pada komplek kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil, dari lubang-lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik. Blok Pondok Saladah Merupakan areal padang rumput seluas 8 Ha, dengan ketinggian 2.288 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini mengalir sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Lokasi ini sangat cocok untuk tempat berkemah. Blok Sumber Air Panas Letaknya di perbatasan Blok Cigenah, sumber air panas ini mengandung belerang dan berhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit terutama gatal-gatal. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dengan lingkungan yang relatif masih utuh dan alami yang ditunjang dengan kesejukan udara. Kegiatan Wisata Alam yang dapat dilakukan : Menikmati keindahan dan keunikan alam, lintas alam, berkemah, memotret, mandi air yang mengandung belerang, untuk pengobatan penyakit kulit.

Gunung Papandayan tercatat beberapa kali erupsi. Di antaranya pada 1773, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2951 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km.

Berdasarkan berbagai sumber bahwa pada 11 Maret 1923 terjadi sedikitnya 7 kali erupsi di Kawah Baru dan didahului dengan gempa yang berpusat di Cisurupan, selanjutnya pada 25 Januari 1924, suhu Kawah Mas meningkat dari 364 derajat Celsius menjadi 500 derajat Celcius. Sebuah letusan lumpur dan batu terjadi di Kawah Mas dan Kawah Baru dan menghancurkan hutan. Sementara letusan material hampir mencapai Cisurupan. Pada 21 Februari 1925, letusan lumpur terjadi di Kawah Nangklak. Pada tahun 1926 sebuah letusan kecil terjadi di Kawah Mas.

Sejak April 2006 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Papandayan ditingkatkan menjadi waspada, setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik. Pada 7-16 April 2008 Terjadi peningkatan suhu di 2 kawah, yakni Kawah Mas (245-262 derajat Celsius), dan Balagadama (91-116 derajat Celsius). Sementara tingkat pH berkurang dan konsentrasi mineral meningkat. Pada 28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2.

Perempuan Berhati Baja
Senin, 17 Maret 2014 | 0 Comments

Perempuan Berhati Baja

Pada tugas pembuatan artikel kali ini saya lebih memilih topic pengalama pribadi yang diharapkan cerita ini bermamfaat bagi para pembaca, cerita ini saya buat pada saat saya mencoba membuka kembali facebook yang sudah lama saya abaikan.
Setelah melihat beberapa status dari beberapa orang teman dalam facebook, mata saya saat itu langsung tertuju pada sebuah poto keluarga kecil, seorang wanita muda berjilbab disampingnya saya lihat seorang laki-laki yang diperkirakan masih berumur sekitar 30 tahunan dan seorang anak balita yang diperkirakan masih berumur sekitar 3 tahun.
Saya merasa bahagia dan bangga ternyata wanita muda itu tiada lain adalah D yang kini tinggal di Kacematan C (sengaja saya samarkan karena menyangkut privasi seseorang). Saya masih teringat saat dihadapan saya terduduk seorang gadis yang masih ABG umurya saat itu masih 14 tahunan, rambutnya panjang berwarna pirang dan bergelombang, wajahya cantik (mirip artis Agnes Monica) kulit putih dengan tinggi badan sekitar 165 cm dan berat badan sekitar 47 kg.
Saat saya tanya nama, alamat dan lain-lain dia hanya tersenyum kecil sambil merunduk malu-malu, lama kelamaa ahirnya kami terlibat obrolan walaupun masih canggung tetapi lumayan nyambung.
Sejak saat itu saya sama D sering bertemu disuatu tempat, beberapa hari kemudian, ternyata D sudah mulai berani bercerita tetang kehidupan pribadinya, dimana dengan majah yang masih lugu, D bercerita saat dia berusia 9 tahun saat masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 4, dimana saat itu, D tinggal bersama ibu, ayah tiri, kakak dan 2 orang adik tiri yang dia sayangi.
D tinggal bersama keluarga di Kecamatan P, menempati sebuah gubuk yang sepi karena jarak rumah D dengan tetangga cukup jauh. Kondisi keluarga selama beberapa tahun sejak kehadiran sang ayah tiri dan dua orang adik tiri berjalan normal seperti biasanya, namun suatu hari D sangat kaget karena sang ayah tiri yang selama ini dihormati dan sudah dianggap ayah kandung sendiri ternyata telah tega berbuat tak senonoh memperkosanya hingga beberapa kali.
Karena usianya yang masih sangat muda sehingga D tak begitu memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi, hari demi hari berlalu, D menyimpan rahasia peristiwa perkosaan tersebut didalam hati yang paling dalam.
Entah apa yang terjadi selama rentang waktu D berusia 9 tahun hingga 14 tahun, yang jelas D mengaku setiap kali ada kesempata sang ayah tiri bejad kembali melampiaskan hawa nafsunya hingga tak terhitung berapa kali dia diperlakukan layaknya wanita dewasa.
Menginjak usia 14 tahun D yang tumbuh semakin dewasa degan wajah yang semaki cantik ternyata menjadi pusat perhatian bagi teman-teman disekolah, beberapa teman laki-laki sebaya maupun yang usianya jauh diatas usia D menyatakan rasa suka dan cintanya, namun D yang semakin sadar atas nasibnya tersebut, tak pernah mau menerima cinta laki-laki yang secara terang-terangan mengungkapkan perasaannya.
Saat dirumah sepi, sang ayah kembali menggahinya, D hanya bisa diam tak berdaya, karena sang ayah tiri selalu mengeluarkan ancaman bahwa jika D tidak mau melayani sang ayah tiri, maka sang ayah tak akan menafkahi ibunya, hal itu yang membuat D takut dan menuruti setiap permintaan sang ayah.
Namun karena seiring kedewasaan D terus berkembang, sang ayah tiri yang semakin menjadi-jadi, membuat D mulai berpikir dan berniat menceritakan pengalaman pahitnya kepada sang ayah kadung yang tinggal cukup jauh di kecamatan L.
Hingga pada suatu hari D akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan pengalaman pahitnya tersebut kepada sang ayah kandung, dengan tekad akan menerima konsekuensinya, maka D bercerita kepada sang ayah kandung, sejak saat itu D tinggal bersama sang ayah kandung yang hancur hatinya karena buah hatinya telah dinodai oleh ayah tirinya.
Sang ayah tiri akhirnya mendekam di  Lapas kelas 2 B Garut dengan hukumana pejara yang dijatuhkan majelis hakim 8 tahun penjara. Sejak saat itu D berpisah dengan ibu kandung dan saudara-saudaranya, berat sebenarnya bagi D harus meninggalkan ibu kandung dan 3 saudaranya dikampung halaman, namun demi masa depan dia harus merelakannya.
Hari-hari pertama sejak berpisah dengan keluarga yang dicintainya D sering terlihat murung dan beberapa kali masuk rumah sakit. Saya yang saat itu ditugaskan untuk mendampingi D dalam pemulihan mental memang cukup berat karena disamping harus memberikan motivasi terhadap D untuk bisa hidup lebih baik dan menjadikan pengalaman pahitnya dijadikan cerminan dimasa yang akan datang tenryata bukanlah hal yang mudah.
Hingga beberapa peraturan Lembaga Perlindungan Anak pernah diabaikan untuk memulihkan mental dan kejiwaan D, salah satunya mempertemuka kembali D dengan sang ibu yang dinilai telah lalai sehingga D mejadi korban, beberapa pertimbanga diambil hingga akhirnya D mulai pulih dan mau melanjutkan sekolah.
Empat tahun lalu, setelah pendampingan dirasa sudah cukup, akhirnya D diboyong oleh sang kakek di kecamatan C, saya merasakan kehilaga D, namun karena korban serupa yang terus berdatangan akhirnya saya lupa dan terfokus menangani gadis-gadis ABG lainnya yang mengalami hal serupa.
Melalui akun facebooknya, saya kini tahu bahwa D sudah berkeluarga dan kini dia sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang lucu. Saya sediri tak bisa membayangkan betapa beratnya hidup D, tetapi dengan kekuatan hati sekuat baja, kini D hidup damai bersama keluarga dan memiliki suami yang begitu sangat menyayanginya.
Ini adalah satu dari sekian puluh cerita perempuan asal Garut yang memilki cerita pahit namun berkat tekad dan keyakinannya bisa merubah hidup, kini mereka sudah kembali berbahagia.


? Newer Post
Older Post ?